2,5 Bulan 5″ Red Claw ala BEJO

LATAR BELAKANG METODE OOM BEJO
Berawal dari ide sederhana kenapa dalam satu populasi anakan selalu ada Yang Bongsor, Oom Bejo menyimpulkan bahwa mereka yang mengkanibal temennya mendapatkan nutrisi paling lengkap dibandingkan dengan cuman makan pelet. Fenomena ini pasti juga dialami oleh semua breeder. Dalam satu angkatan sementara yang lainnya baru berukuran 1 inch ada beberapa yang berukuran 4 inch.

Oleh karena itu Oom Bejo, melakukan experimen dengan penggunaan protein segar sebagai pakan utama Red Claw-nya..

UKURAN BURAYAK DAN MENU PAKANNYA
Pada saat turun gendong, Oom Bejo kasih makanan burayaknya dengan kutu air beku (daphnea). Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa lambung lobster sangat sempit ruangnya maka pola makan lobster selalu sedikit tapi sering. Oleh karena itu pemberian makan dibuat sesering mungkin 3 jam sekali dengan porsi setiap pemberian pakan selalu habis.

Setelah berukuran 1 inch burayak mulai dikenalkan dengan cacahan ikan ruca mentah (karena sangat murah harganya.. 1kg cuman Rp 2500,-) sebagai pakan utamanya. Menu ini diberikan sampai lobster tumbuh besar. Pemberian pelet hanya diberikan sebagai selingan saja.

Menurut Oom Sugeng, hal ini valid berdasarkan risetnya dia, bahwa semua komoditas perikanan yang diberi makanan protein segar selalu tumbuh lebih bagus dibandingkan dengan cuman mengkonsumsi pelet.

Sebagai contoh gurami. Gurami yang cuman makan daun talas pasti akan kalah cepat pertumbuhannya dengan gurami yang makan daging segar. Apakah itu dari cacing, keong mas ataupun cacahan ikan.

HASILNYA
Dalam waktu 1 bulan setelah turun gendong, sebagian besar lobster Oom Bejo rata-rata sudah berukuran 3 inch. Dalam waktu 2 bulan ukuran sudah berkisar antara 4 – 4,5 inch. Dalam 2,5 bulan sebagian besar Red Claw Oom Bejo sudah 5″.

EFEK NEGATIF
Karena protein segar adalah unsur yang mudah rusak, maka qualitas air sangat mudah rusak. Sisa-sisa pakan yang tidak termakan dengan cepatnya meningkatkan kadar amoniak dan nitrit didalam air. Selain menjadi racun buat organisma air, kedua gas tersebut juga membuat air lebih susah mengikat oksigen. Selain itu pembusukan protein segar juga rentan menimbulkan masalah baru yaitu penyakit..

PENANGGULANGAN
Oom Bejo melakukan penggantian air permukaan secara berkala setiap ada indikasi penumpukan amonia dan nitrit yang berlebih secara visual. Air yang terlihat kental menandakan timbunan nitrit dan amonia sudah mulai membahayakan kehidupan didalamnya. Oom Bejo berpendapat, bahwa unsur protein umumnya lebih ringan dibandingkan dengan berat jenis air sehingga mereka akan terkumpul dipermukaan. Oleh karena itu dia berpendapat lapisan air inilah yang harus diganti dengan air segar.

Selain itu, untuk memperlambat kecepatan timbunan amonia dan nitrit. Oom Bejo menambahkan extract bakteri pengurai yang bertujuan untuk menguraikan amonia dan nitrit secepatnya dari pembusukan protein segar yang tidak termakan terkonsumsi LAT sehingga tidak berbahaya lagi bagi LAT.

Selain itu, Oom Bejo juga menambahkan sedikit kaporit untuk meminimize pembusukan.

MODEL KOLAM YANG DIGUNAKAN
Oom Bejo menggunakan Kolam Semen, Kolam Tanah dan Aquarium. Semua menunjukan hasil yang hampir sama… Artinya di ketiga model lingkungan pembesaran tersebut. Metode dia bisa berjalan dengan baik, walaupun kolam tanah masih tetap memberikan hasil yang lebih optimal.

INDUKAN YANG DIGUNAKAN
Oom Bejo mennggunakan indukan betina hasil selective breeding yang ketat dari hasil ternakannya dia sendiri. Sedangkan pejantan, dia menggunakan pejantan walkamin yang di pilih sangat selective oleh dia.

SCALING UP PROBLEM
Bagaimanapun juga hasil riset Oom Bejo belum di uji cobakan ke kolam dalam skala hektar. Masih dikisaran 300-400 meter persegi saja. Bisa dibayangkan bagaimana repotnya kalo implementasinya di area kolam seluas 1000 meter pada lahan 1 hektar. Bagaimana repotnya cara Oom Bejo diaplikasikan. Mulai dari kontrol ada nggak pakan yang tidak kemakan tapi masih nyangkut di paralon atau waring didalam kolam selain problem penggantian air permukaan secara berkala dalam jumlah besar yang pasti akan menjadi tidak murah lagi..

MASA PANEN
Dari hasil riset tersebut setidaknya dapat di ambil kesimpulan, pertumbuhan LAT dalam hal ini RC masih bisa digenjot jauh lebih cepat dibandingkan dengan Australia dengan cara Oom Bejo yang super intensive. Setidaknya dengan asumsi 2,5 bulan RC bisa disulap menjadi rata-rata 5″ akan membuka peluang untuk mempersingkat panen dengan benih 2 inch ke 6 inch cukup dalam hitungan 2-4 bulanan saja…

KESIMPULAN
Hasil riset Oom Bejo setidaknya bisa menjadi landasan awal bagi perkembangan industri LAT di tanah air. Setidaknya dengan mengadopsi 100% cara Oom Bejo, industri lobster rumahan bisa berjalan tanpa perubahan/modifikas i yang berarti memanfaatkan investasi yang sudah di gelar oleh para praktisi LAT tanah air.

Untuk skala industri, dengan modifikasi disana-sini yang menggabungkan semua kelebihan dari sistem Oom Bejo dan Sistem Australia. Sangat mungkin Indonesia akan menjadi kekuatan baru di percaturan budidaya lobster air tawar dunia. Setidaknya hasil rangkuman ini bisa dijadikan rujukan awal buat semua pihak untuk mulai mengembangkan metode yang tepat dalam budidaya lobster air tawar yang efektif, higienis, singkat dan ekonomis.
Sumber :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: